Selasa, 24 September 2013

A



ADAM BURHAN, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 11 Oktober 1937. Tinggal di Banjarmasin dan bekerja sebagai PNS di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Banjarmasin. Mulai menulis puisi dan cerpen sejak tahun 1950-an. Publikasi puisi dan cerpennya antara lain di RRI Banjarmasin dan Majalah Pahatan Banjarmasin. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Perkenalan di dalam Sajak (Banjarmasin, 1963), dan Panorama (Banjarmasin, 1975). Selain menulis puisi dan cerpen, AB juga menulis naskah teater salah satu di antaranya Loterei. AB meninggal dunia dan dimakamkan di Banjarmasin, 20 Desember 1995.
ADE AHMAD RIENANDA, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 4 Februari 1993. Tinggal di kota Marabahan. Mulai menulis puisi sejak tahun 2000-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisinya antara lain Nyanyian Akar Rumput Pengakuan Ikhlas Pulang Ziarah (Marabahan, 2009).
ADENANI ISKANDAR, Drs. H, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1971-. Fraksi Persatuan Pembangunan. Lahir di Kandangan, Hulu Sungai Selatan, Kalsel, 17 September 1929. (Buku Kenang-kenangan DPRD Kalsel Hasil Pemilu 1971).
ADJI LOEMAN HAKIM, Brigjen Drs, Kapolda Kalselteng (1985-1988). Tanggal  25 Januari 1988, ALH digantikan oleh Abdullah Zawawi. Selanjutnya, ALH bertugas sebagai Irjenpol Bidang Operasi Mabes Polri di Jakarta.
ADJIM ARIJADI, sastrawan, lahir di Mali-mali, Kabupaten Banjar, Kalsel, 7 Juli 1940. Pendidikan forma yang pernah ditempuhnya SR, SGB, SGA dan ASDRAFI Yogyakarta. Mulai menulis puisi, cerpen, esei, naskah drama, dan naskah sinetron sejak tahun 1966. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Duta Masyarakat Yogyakarta (pengasuh rubrik Duta Budaya), SKH Pelopor Yogyakarta, SKH Masa Kini Yogyakarta, SKH Suara Kalimantan Banjarmasin, SKH Banjarmasin Post, SKM Media Masyarakat, Majalah Bandarmasih Banjarmasin, dan SKH Radar Banjarmasin. Antologi puisinya yang sudah terbit antara lain Kapal Lautku (Banjarmasin, 2006). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Jejak Berlari (Banjarmasin, 1972), Air Bah (Banjarmasin, 1972), Panorama (Banjarmasin, 1974), Dengar Bicara Kami (Banjarmasin, 1984), Terimal (Banjarmasin, 1984), Festival Puisi Kalimantan (Tajuddin Noor Ganie, Banjarmasin, 1992), Ritus Kata dan Ritus Warna (Yogyakarta, 1994), Jendela Tanah Air (Banjarmasin, 1995), Tadarus Puisi (Banjarmasin, 1996), Sajak Sajak Kemerdekaan (Banjarmasin, 2006), dan Seribu Sungai Paris Barantai (Kotabaru, 2006). Pada tanggal 1 November 1967, AA dan kawan-kawannya mendirikan Kelompok Studi Seni Sanggar Budaya Banjarmasin. Selain menjadi ketua, AA juga menjadi penulis naskah drama, dan pelatih drama di Sanggar Budaya Banjarmasin. Sehubungan dengan prestasi, reputasi, dan dedikasinya yang luar biasa di bidang seni drama ini, maka pada tahun 1974, AA menerima hadiah seni bidang drama dari Gubernur Kalsel (Soebardjo Soerjosaroso). Naskah drama AA yang sudah dipentaskan di berbagai pangung pertunjukan selama kurun waktu 1963-2007 sangatlah banyak, antara lain Haram Manyarah (1963), Demang Lehman (1964), Laki-laki di Rumah Itu (1964), Bulan Emas di Jendela Kakek (1967), Titik Embun di Sahara (1970), Batu Intan (1971), Matahari Malam (1974), Luka Luka (1975), Istana Kertas Putih (1979), Masjid (1979), Perang Banjar Hampir Berakhir (1980), Halilintar Perang Banjar (1980), Sampah Negeri (1982), Terbelenggu (1983), Sembilu Haram Manyarah (1983), Bumi Kereta (1988), Saruni (1989), Pesta Jodoh (1990), Engken Barajut (1990), Kosong Kosong (1995), langkah Langkah Pahlawan Kita (1997), Pratala Kara Markara (2000), dan Kicaka di Negara (2002). Naskah sinetron garapan AA yang sudah ditayangkan di TVRI Banjarmasin dan TVRI Jakarta antara lain Lambung mangkurat (6 episode), Junjung Buih (6 episode), dan Dokter Hayati (6 episode). Biografi kesastrawannya ikut dimuat dalam buku Ensiklopedi Sastra Kalimantan Selatan (Balai Bahasa Banjarmasin, 2008).
AGITS KURSANI KA, sastrawan, lahir di Kotabaru, Kalsel, 24 Juli 1944. Nama lengkapnya Agits Kursani Pangka Nassah. Lulus SR tahun 1957, tahun 1961 lulus SGB Kotabaru. AKKA langsung melanjutkan pendidikannya ke SGA Banjarmasin. Hal ini dimungkinkan karena AKKA lulus SGB dengan nilai terbaik (bintang pelajar). Tahun 1964, AKKA lulus SGB. Begitu kembali ke Kotabaru, AKKA langsung diminta mengajar menjadi guru di SMEPN Kotabaru. Tahun 1968, AKKA ditugaskan atasannya membuka SMEPN Filial Kotabaru di Pagatan. Pada tahun itu pula, AKKA merintis pendirian SMEA Swasta di Pagatan. Tahun 1970, AKKA kembali ke Kotabaru. Tahun 1974, AKKA tugas belajar di PGSLP Unlam Banjarmasin.  Tahun 1977, AKKA menjadi Kepala SMEPN Kotabaru. Tahun 1979 SMEPN Kotabaru dilebur menjadi SMP Kotabaru. Atas permohonan sendiri AKKA kemudian dipindah-tugaskan ke Kantor Depdikbud Kotabaru. Tahun 1994, AKKA diwisuda sebagai Sarjana Sosial (S.Sos) Jurusan Administrasi Negara STIA Bina Banua Banjarmasin. Tahun 1995, AKKA dilantik sebagai Kepala Kantor Depdikbud Kotabaru. Jabatan ini dipegangnya sampai mencapai usia pensiun pada tahun 2000. Mulai menulis puisi sejak tahun 1960-an. Antologi puisinya yang sudah terbit antara lain Tembus Kabut (Kotabaru, 1980). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Bunga Rampai di Lembah Sebatung (Kotabaru, 1978), Jembatan 2000 (Kotabaru, 2000), Reportase (Kotabaru, 2004), Kilometer Lima Puluh Lima (Kotabaru, 2005), dan Tarian Cahaya di Bumi Sanggam (Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan, 2008). Biografi kesastrawannya ikut dimuat dalam buku Ensiklopedia Sastra Kalimantan Selatan (Balai Bahasa Banjarmasin, 2008).
AGNA DINNAH LANTRIA, sastrawan, lahir di Kandangan, Kalsel, 17 Agustus 1985. Sarjana S.1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjahmada Yogyakarta. Mulai menulis puisi sejak tahun 1990-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Duri Duri Tataba (Tanjung, 1998), Semata Wayang Semata Sayang (Tanjung, 1999), Ronce Bunga Mekar (Tanjung, 2006), dan Seribu Sungai Paris Barantai (Kotabaru, 2006)
AGUS SALIM, pemain sepak bola klub Barito Putera Galatama (BPG) Banjarmasin, 1988. Lahir di Sidrap, Sulsel, 17 Agustus 1965.
AHMAD ALBAR BS, sastrawan, lahir di Kampung Bamban, Kandangan, Kalsel, 5 Agustus 1958. Nama asli Barmawi. Sarjana S.1 Pendidikan Agama Islam STAI Al Jami Banjarmasin. Bekerja sebagai PNS di Kantor Depag Batola, yakni sebagai Pengawas Madrasyah dan Pendidikan Agama Islam. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an. Publikasi puisinya di RRI Banjarmasin. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Sajak Sajak Bumi Selidah (Marabahan, 2005), dan Cinta Rakyat (Marabahan, 2007).
AHMAD BASUNI, sastrawan, lahir di Margasari, Tapin, Kalsel, 8 Agustus 1922. Sarjana Muda (BA) Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajahmada. Sejak usia muda sudah menekuni pekerjaan sebagai wartawan. Tahun 1943, AB bekerja di Majalah SK Kesadaran Kalimantan Kandangan, dan Purnama Raya Kandangan. Tahun 1944-1945, AB bekerja di Majalah Semarak Barabai, dan SK Borneo Shimbun Kandangan. Tanggal 20 Agustus 1945, AB melakukan tindakan heroik yang sangat berani, yakni memuat teks Proklamasi Kemerdekaan RI di SK Borneo Shimbun Edisi 20 Agustus 1945. Tanggal 20 September 1945, AB dengan gagah berani tampil di atas panggung terbuka membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI di tengah-tengah khalayak ramai pengunjung pasar malam  di alun-alun kota Kandangan. Pada kesempatan itu juga, pasukan NICA Belanda menyerbu masuk ke tengah-tengah arena pasar malam untuk menangkap AB. Tapi, AB berhasil meloloskan diri. Beberapa waktu kemudian barulah polisi NICA Belanda berhasil menangkap AB. Setelah cukup lama mendekam di penjara, AB akhirnya dibebaskan. Sekeluar dari penjara, AB pindah ke Yogyakarta. Di kota ini ia bergabung ke dalam organisasi kelasykaran Ikatan Pejuang Kalimantan (IPK) Yogyakarta. Sejak itulah AB menetap di kota ini. Ia kembali menekuni pekerjaannya sebagai wartawan. Ia pernah menjadi  Pimpinan Redaksi SKH Masa Kini, dan Majalah Suara Muhammadiyah. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 1942-1945. AB sering mempergunakan nama pena Adni Wia (AW). Publikasi karya sastranya antara lain di Majalah Purnama Raya Kandangan (1942), Majalah Puspa Wangi Kandangan (1943), Majalah Semarak Barabai (1944), SKH Borneo Shimbun Kandangan (1944-1945), SKH Masa Kini Yogyakarta, Majalah Suara Muhammadiyah Yogyakarta, dan SKH Banjarmasin Post. Tahun 1985, AB menerima Hadiah seni sebagai Seniman Pembina dari Gubernur Kalsel. Tahun 1989, romannya berjudul Ambang Keruntuhan Kerajaan Banjar dimuat secara bersambung di SKH Banjarmasin Post. AB meninggal dunia dan dimakamkan di Yogyakarta, 10 November 1990.
Ahmad Dimyati, Drs H, Kepala Kantor Wilayah Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Provinsi Kalimantan Selatan. Dilantik, 19 Januari 1994. Ketika itu menggantikan pejabat lama EA Chalik Hamidjaja.
AHMAD FAHRAWI, sastrawan, lahir di Kandangan, Kalsel, 22 November 1954. Sering mempergunakan nama pena Era Nove Marquesa (ENM). Lulusan SMA Negeri Barabai. Bekerja sebagai PNS di Balai Informasi Pertanian (BIP) Banjarbaru. Tinggal di Martapura. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an. Publikasi puisinya di SKH Banjarmasin Post, SKH Media Masyarakat Banjarmasin, SKH Pelita Jakarta, SKH Terbit Jakarta, Majalah Amanah Jakarta, Majalah Kartini Jakarta, Majalah Sarinah Jakarta, Majalah Horison Jakarta, dan Majalah Bahana Bandar Sri Begawan. Antologi puisinya Jala Yang Ditebar Martapura, 1981), dan Aku Ingin Mencari Kata Dalam Sajak (Banjarmasin, 1982). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Dahaga-B.Post 1981 (Banjarmasin, 1982), Antologi Puisi ASEAN (Denpasar, 1983), Siklus Lima Penyair Kalsel (Banjarmasin, 1983),  Elite Penyair Kalsel (Banjarmasin, 1985), Puisi Indonesia 1987 (DKJ TIM Jakarta), Selagi Ombak Mengejar Pantai 6 (Selangor, 1989), Festival Puisi XII (Surabaya, 1990), Festival Puisi Kalimantan (Tajuddin Noor Ganie, Banjarmasin, 1992), Sungai Masa Lalu (Fordias Banjarmasin, 1999), dan La Ventre de Kandangan (2004). Noveletnya berjudul Dan Kapalpun Bertolak dimuat di Majalah Kartini Jakarta. Cerpen AF berjudul Bau Harum Matan Surga dianalisis oleh Norol Hayati (2000) dalam skripsinya berjudul Unsur Religi dalam Cerpen Bau Harum Matan Surga Karya Ahmad fahrawi (Banjarmasin : STKIP PGRI). Tahun 1986, AF menerima hadiah seni bidang sastra dari Gubernur Kalsel (Mistar Tjokrokoesoemo). Tanggal 15 Juni 1990, AF meninggal dunia di Martapura dan dimakamkan di Pemakaman Umum Tanjung Rema Darat Martapura. Biografi kesastrawannya ikut dimuat dalam Leksikon Susastra Indonesia (Korrie Layun Rampan, 2000), Buku Pintar Sastra Indonesia (Pamusuk Eneste, 2001), Sketsa Sastrawan Kalimantan Selatan (Jarkasi dan Tajuddin Noor Ganie, Balai Bahasa Banjarmasin, 2001), Ensiklopedi Sastra Indonesia (Hasanuddin WS dkk, 2007), dan Ensiklopedia Sastra Kalimantan Selatan (Balai Bahasa Banjarmasin, 2008).
AHMAD FAHRIZA HALIS, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 28 April 1988. Tinggal di Banjarmasin. Mulai menulis cerpen sejak tahun 2000-an. Cerpennya ikut dimuat dalam antologi cerpen bersama Bantu Saya Menikmati Cinta (Banjarmasin, 2008).
AHMAD FAJERI ASTANI, sastrawan, tahun 1974 diketahui tinggal di kota Banjarbaru, Kalsel. Bekerja sebagai PNS. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Banjarbaru Kotaku (Banjarbaru, 1974).
AHMAD FITRIADI F, sastrawan, lahir di Kotabaru, Kalsel, 1974. Sarjana S.1 Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat dan S.2 Magister Hukum Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Bekerja sebagai PNSD di Bagian Hukum dan Perundang-undangan di Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Mulai menulis puisi sejak tahun 2000-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Jembatan (Adicita Karya Nusa, Yogyakarta, 2000), Reportase (Kotabaru, 2004), Stasiun Waktu Kilometer 55  (Kotabaru, 2005), Seribu Sungai Paris Barantai (Kotabaru, 2006), Kota Kita (Kotabaru, 2007), Tarian Cahaya Bumi Sanggam (Paringin, 2008), dan Do’a Pelangi di Tahun Emas (Marabahan, 2009).
AHMAD GAFURY, Drs. H. Bupati Hulu Sungai Selatan masa bakti 1983-1988.
AHMAD HASAN, H, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1971-. Fraksi Karya Pembangunan (FKP). Lahir di Tangga Ulin, Hulu Sungai Utara, Kalsel, 10 Juni 1913. (Buku Kenang-kenangan DPRD Kalsel Hasil Pemilu 1971).
AHMAD KURDI TURSANI , Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1982-1987
AHMAD KURDI YUSNIE, H, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1982-1987. Fraksi Persatuan Pembangunan. Lahir di Telaga Silaba, Hulu Sungai Utara, Kalsel, 27 September 1931.
AHMAD SAMIDRI, sastrawan, lahir di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalsel, 1928. Tahun 1942 diketahui tinggal di Amuntai. Mulai menulis sejak tahun 1942-1945. Publikasi puisinya antara lain di Majalah panji Pustaka Jakarta (Nomor 14/Pebruari/1940, hal 26).
AHMAD SUBLI, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 1938. Mulai menulis puisi sejak tahun 1950-an..
AHMAD SURKATI AR, sastrawan, tinggal menetap di Tanjung, Kasel. Mulai menulis puisi dan cerpen sejak tahun 1980-an. Publikasi puisi dan cerpennya antara lain di SKH Banjarmasin Post dan SKH Dinamika Berita. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Tarian Cahaya Bumi Sanggam (Bunga Ramapai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan 2008).
AHMAD SYAM’ANI, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 14 Pebruari 1958. Sarjana S.1 FISIP Unlam Banjarmasin. Ketika sekolah dan kuliah tinggal di Banjarmasin. Setelah bekerja tinggal di Bandung. Bekerja sebagai karyawan Bank Central Asia di Bandung. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an. Publikasi puisinya di RRI Banjarmasin, SKH Banjarmasin Post, SKH Dinamika Berita Banjarmasin, Buletin Forum Sastra Kota Subang (2004), dan Buletin Rumah Sastra Bandung (2005-2006). Puisinya iku dimuat dalam antologi puisi bersama Dahaga-B.Post 1982 (Tajuddin Noor Ganie, Banjarmasin, 1982), Antologi Puisi Penyair Nusantara : 142 Penyair Menuju Bulan (Banjarbaru, 2006) Ije Jela Bersastra di Tahun Emas (Antologi Puisi Penyair Barito Kuala) (Marabahan, 2009), dan Do’a Pelangi di Tahun Emas (Marabahan, 2009).
AHMAD SYAMSURI BARAK, sastrawan, Sering dipanggil dengan nama singkatnya Uwi. Lulusan SPMA Banjarbaru, Kalsel. Tinggal di kota Banjarbaru. Bekerja sebagai pengusaha, pemilik Utama Group Banjarbaru yang bergerak di bidang jasa konsultasi, kontraktor, entertainmen, dan fotocopy. Selain itu, ASB adalah Ketua GP Ansor Kalsel dan Garda Bangsa Kalsel. Tinggal di Banjarbaru. Mulai menulis puisi sejak tahun 1990-an. Puisinya ikut dimuat dalam antologi puisi bersama Dimensi (Banjarbaru, 2005), dan Taman Banjarbaru (Banjarbaru, 2006).
AHMAD SYARMIDIN, sastrawan, lahir di Hulu Sungai Selatan, 9 Agustus 1952. Sarjana S.1 FISIP Administrasi Negara Universitas Terbuka UPBJJ Banjarmasin, dan Sarjana S.2 Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin (wisuda, 2005). Bekerja sebagai PNS, mula-mula sebagai guru SMP Negeri I Kandangan, kemudian bekerja di Kantor Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Kandangan hingga memasuki masa purnabakti sejak bulan November 2009. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain La Ventre de Kandangan (Kandangan, 2004), Tarian Cahaya di Bumi Sanggam (Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan, 2008), dan Do’a Pelangi di Tahun Emas (Marabahan, 2009).
AHMAD TAHER SIRADJUDDIN, Laksamana Pertama, Anggota TNI AL.
AHMAD YACHIM, sastrawan, tahun 1950 diketahui tinggal di kota Banjarmasin, Kalsel. Mulai menulis puisi sejak tahun 1950-an. Publikasi puisinya antara lain di RRI Banjarmasin dan Majalah Pahatan Banjarmasin.
AHMAD ZAINI ISMAIL, H, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1982-1987. Fraksi Persatuan Pembangunan. Lahir di Banjarmasin, Kalsel, 1925. Pendidikan SLTP.
AHMAD ZAKARIA, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 1928. Bekerja sebagai wartawan di Majalah Bulanan Suara BIC Banjarmasin, dan Majalah Perintis Banjarmasin. Mulai menulis puisi sejak tahun 1942-1945. Sering mempergunakan nama pena Ahzar. Publikasi puisinya antara lain di Majalah Bulanan Suara BIC Banjarmasin, dan Majalah Perintis Banjarmasin.
AIDAN SINAGA. Walikota Banjarmasin masa bakti 1950-1958.
AIR MAS, Haji, seorang penulis karya sastra bercorak lama berbentuk syair. Pengarang Syair Roko Amberi.
AJAMUDDIN TIFANI, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 23 September 1951. Pernah mempergunakan nama pena Laila Fakhriani (LF). Mulai menulis puisi, cerpen, esei sastra, dan naskah drama sejak tahun 1970-an. Publikasi karya sastranya antara lain di Majalah Bandarmasih Banjarmasin, SKH Media Masyarakat Banjarmasin, SKH Banjarmasin Post Banjarmasin, SKH Dinamika Berita Banjarmasin, SKH Barito Post Banjarmasin, Majalah Mimbar Jakarta, Majalah Panji Masyarakat Jakarta, Majalah Topik Jakarta, Majalah Tiara Jakarta, Majalah Horison Jakarta, Majalah Amanah Jakarta, Majalah Ulumul Qur’an Jakarta, SKH Berita Buana Jakarta, dan SKH Pelita Jakarta. Antologi puisinya yang sudah diterbitkan antara lain Tanah Perjanjian (Hasta Mitra Jakarta, 2005). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Air Bah (Banjarmasin, 1970), Jabat Hari (Banjarmasin, 1971), Busur Waktu (Banjarmasin, 1974), Panorama (Banjarmasin, 1974), Jembatan 1 (Banjarmasin, 1975), Jembatan 2 (Banjarmasin, 1975), Lalan (Banjarmasin, 1975), Antologi Puisi ASEAN (Denpasar, 19830, Kilau Jambrut Khatulistiwa (Yogyakarta, 1984), Dengarlah Bicara Kami (Banjarmasin, 1984), Kelahiran Sang Cahaya (Banjarmasin, 1985), Puisi Indonesia’87 (DKJ TIM Jakarta, 1987), Banjarmasin dalam Puisi (Banjarmasin, 1987), Festival Puisi XIII (Surabaya, 1992), Festival Puisi Kalimantan (Tajuddin Noor Ganie, Banjarmasin, 1992), Bosnia dan Flores (Banjarmasin, 1993), Sahayun (Padang, 1995), Jendela Tanah Air (Banjarmasin, 1995), Mimbar Penyair Abad 21 (Jakarta, 1996), Puisi Indonesia 1997 (DKJ TIM Jakarta, 1997), dan Wasi (Banjarmasin, 1999). Cerpennya ikut dimuat dalam Antologi Cerpen Indonesia Modern Jilid IV (Satyagraha Hoerip, Jakarta, 1986). Puisi-puisi AT dianalisis oleh Jamaluddin (1999) dalam skripsinya berjudul Sajak sajak Ajamuddin Tifani dalam Sentuhan Sufistik (Hermeneutika Kerohanian sebagai Titik Tolak Pengkajian (Banjarmasin : STKIP PGRI). Tahun 1982, AT menerima hadiah seni biang sastra dari Gubernur Kalsel (Mistar Tjokrokoesoemo). Tanggal 6 Mei 1002, AT meninggal dunia di RSUD Ulin Banjarmasin, dan dimakamkan di Pemakaman Umum Karang Paci, Jalan Utama Ahmad Yani Kilometer 21, Landasan Ulin, Banjarbaru. Biografi kesastrawannya ikut dimuat dalam Leksikon Susastra Indonesia (Korrie Layun Rampan, 2000), Buku Pintar Sastra Indonesia (Pamusuk Eneste, 2001), Sketsa Sastrawan Kalimantan Selatan (Jarkasi dan Tajuddin Noor Ganie, Balai Bahasa Banjarmasin, 2001), Ensiklopedi Sastra Indonesia (Hasanuddin WS dkk, 2007), dan Ensiklopedia Sastra Kalimantan Selatan (Balai Bahasa Banjarmasin, 2008).
AKHMAD HUSAINI, sastrawan, lahir di Angkinang, Hulu Sungai Selatan, Kalsel,  18 November 1979. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 2000-an. Publikasi karya sastranya antara lain di RRI Banjarmasin, Radio BBC London, Radio ABC Australia di Melbourne,  SKH Banjarmasin Post, dan SKH Radar Banjarmasin. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisinya antara lain Doa Pelangi di Tahun Emas (Marabahan, 2009). Forum sastra yang pernah diikutinya antara lain  Aruh Sastra I di Kandangan (2004), Aruh Sastra IV di Amuntai (2007), dan Aruh Sastra V di Paringin (2008)
AKHMAD MAKKIE, BA, H. Bupati Tapin masa bakti 1983-1988, dan 1988-1993.
AKHMAD TAJUDDIN BACCO, lahir di Desa Hayup, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Kalsel, 13 Agustus 1958. ATC sempat kuliah di Jurusan Biologi Fakultas Keguruan Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin (1980). Tapi, tidak lama berselang ia pindah kuliah ke APDN Banjarbaru (1980-1984). Sarjana S.1 dan S.2 FISIPOL Universitas Gadjahmada Yogyakarta. Sejak tahun 1984, bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 1980-an. Publikasi karya sastranya antara lain di RRI Banjarmasin, Majalah Warta Pertamina Jakarta, SKH Banjarmasin Post, dan Tabloid Wanyi Banjarmasin. Antologi puisinya Silir Pulau Dewata (2003). Puisi-puisinya ikut dimuat dalam sejumlah antologi bersama antara lain Duri Duri Tataba (Tanjung, 1993), Semata Wayang Semata Sayang (Tanjung, 1994), Potret Diri (Tanjung, 1995), Ronce Bunga Bunga Mekar (Tanjung, 2007), Tarian Cahaya Bumi Sanggam (Paringin, 2008), Do’a Pelangi di Tahun Emas (Marabahan, 2009), dan Seloka Bisu Batu Benawa (Barabai, 2011). Selain itu, puisi, cerpen, dan cerita rakyat karangannya ikut dimuat dalam antologi bersama Nawu Raha (Tanjung, 2002), Jembatan (Tanjung, 2002), Raja Anum (antologi cerita rakyat, Tanjung, 2006), Ketika kuliah di Yogyakarta, ATB sempat dikirim oleh Yayasan Seni Kelola Solo mengikuti TOT se-Indonesia, ketika itu ia berhasil meraih prestasi sebagai salah seorang dari sepuluh lulusan terbaik. Berkaitan dengan prestasinya itu, ia kemudian dikirim lagi untuk mengikuti TOT seni budaya dan konsultan seni pertunjukan di Bukit Tinggi, Sumbar. Setelah itu, ia mendapat kepercayaan sebagai pengajar di berbagai loka karya budaya di Padang dan Cirebon. Tahun 2007, ATB menerima Hadiah Seni Bidang Sastra dari Gubernur Kalsel (Drs. H. Rudy Ariffin MM).
AKHMADSYAH, H. Bupati Hulu Sungai Tengah masa bakti (1989-1994)
ALAN SYAHRIR. Bupati Tanah Laut masa bakti 1967-1972.
ALEXANDER LEME TENGKEDATU, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 1961. Sarjana S.1 Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya Tenunan Hari Esok (Banjarmasin, 1983).
ALFI SAMADHI, sastrawan, tinggal di Amuntai, Kalsel. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Puisinya ikut dimuat dalam Antologi Puisi Sepuluh Penyair Hulu Sungai Utara (Amuntai, 1973).
ALFIAN NOOR, sastrawan, lahir di Amuntai, Kalsel, 13 Juni 1943. Bekerja sebagai PNS (pensiun, 1999). Mulai menulis puisi dan cerpen sejak tahun 1960-an. Publikasi puisinya antara lain di Majalah Pembina Jakarta, dan publikasi cerpennnya antara lain di Majalah Minggu Pagi Yogyakarta. Puisinya ikut dimuat dalam antologi puisi bersama Mahligai Junjung Buih (Amuntai, 2007).
ALFISAH ARSYAD, Hj, qariah asal daerah Kalsel. Sejak tahun 1974, memulai debutnya sebagai pembaca Al Qur’an di ajang MTQN. Tahun 1974 itu pula, ia meraih prestasi sebagai pembaca Al Qur’an terbaik 2 dalam ajang MTQN VII di Surabaya. Masih di tahun 1974, ia meraih prestasi sebagai pembaca Al Qur’an terbaik 3 dalam ajang MTQI di Kuala Lumpur, Malaysia  Selanjutnya meraih prestasi sebagai pembaca Al Qur’an terbaik 1 tingkat nasional dalam MTQN X di Manado, Sulut, 1977. Dilahirkan di Banjarmasin, 17 Agustus 1954. Lulusan PGA NU di Pagatan.
ALI ASMAN, sastrawan, tinggal di Kotabaru, Kalsel. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an.
ALI HAMDI BUDHIGAWIS, H, Bupati Hulu Sungai Tengah (dilantik, 01 Mei 1960). Wakil Ketua Komisi A DPRD Kalsel masa bakti 1982-1987. Fraksi Karya Pembangunan. Lahir di Ilung, Hulu Sungai Tengah, Kalsel, 28 April 1927. Pendidikan SLTP.
ALI HASMY MS MA, Prof. Dr. Ir. Rektor Unversitas Palangka Raya (Unpar). Dilantik 06 Juni 1994.
ALI SYAMSUDDIN ARSI, sastrawan, lahir di Barabai, Kalsel, 5 Juni 1964. Namun, tempat dan tanggal lahirnya yang benar menurut ASA adalah di Tubau, Kecamatan Labuhan Amas Selatan, Hulu Sungai Tengah, 23 Desember 1963. ASA sendiri cuma nama pena sebagai sastrawan saja, nama resmi yang dipergunakannya di dalam surat-surat penting miliknya adalah Syamsuddin. Ketika tinggal di Yogyakarta (1981-1984), ASA bahkan pernah mempergunakan nama pena Jack Udon (JU). Lulusan SD Pancasila Murung Pudak (lulus, 1977), SMP Patra Dharma Tanjung (lulus, 1980), SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (lulus, 1984), Diploma 3 Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di P3TK Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin (wisuda, 1987), dan Sarjana S.1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Terbuka UPBJJ Banjarmasin (wisuda, 2001). Bekerja sebagai PNS, sejak tahun 1988 menjadi guru SMPN Sebamban, Tanah Bumbu. Tahun 2001, ASA pindah bekerja sebagai guru di SMPN XIII Banjarbaru. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 1980-an. Publikasi puisinya di RRI Banjarmasin, SKH Banjarmasin Post, SKH Dinamika Berita Banjarmasin, SKH Radar Banjarmasin, Tabloid Wanyi Banjarmasin, SKH Surya Surabaya, SKH Masa Kini Yogyakarta, Majalah Kuntum Yogyakarta, Jurnal Cerpen Borneo Banjarmasin, Majalah Kerabat Banjarmasin, Tabloid Jendela Serawak (Malaysia), dan Majalah Bahana Bandar Seri Begawan (Brunei Darussalam). Antologi puisinya antara lain Asa (Banjarmasin, 1986), Seribu Ranting Satu Daun (Banjarmasin, 1987), Tafsir Rindu (Banjarmasin, 1992), Anak Bawang (Banjarbaru, 2004), Bayang Bayang Hilang (Banjarbaru, 2004), Pesan Luka Indonesiaku (Banjarbaru, 2005), dan Bukit Bukit Retak (Banjarbaru, 2006). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-pusinya antara lain Banjarmasin (Banjarmasin, 1986), Bias Puisi dalam Al Qur’an (Banjarmasin, 1987), Banjarmasin dalam Puisi (Banjarmasin, 1987), Tamu Malam (Banjarmasin, 1992), Festival Puisi Kalimantan (Tajuddin Noor Ganie, Banjarmasin, 1992), Jendela Tanah Air (Banjarmasin, 1995), Kesaksian (Banjarmasin, 1998), Wasi (Banjarmasin, 1999), Bahana (Banjarbaru, 2001), Narasi Matahari (Banjarbaru, 2002), Reportase (Banjarbaru, 2004), Air Mata Malam Malam (Banjarbaru, 2004), Mendulang Cahaya Bulan (Banjarbaru, 2005), Dimensi (Banjarbaru, 2005), Ragam Jejak Sunyi Tsunami (Medan, 2005), Menadah Turunan Hujan (Banjarbaru, 2006), Antologi Puisi Penyair Nusantara : 142 Penyair Menuju Bulan (Banjarbaru, 2006), Taman Banjarbaru (Banjarbaru, 2006), Membilas Miang Kabut (Banjarbaru, 2006), Seribu Sungai Paris Barantai (Kotabaru, 2006),  Ronce Bunga Bunga Mekar (2007), Kenduri Puisi, Buah Hati untuk Diah Hadaning (2008), Tanah Pilih (2008), Tarian Cahaya Bumi Sanggam (Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan 2008), Bertahan di Bukit Akhir (Barabai, 2008). Tahun 1987, puisinya berjudul Seribu Ranting Satu Daun pernah dimuat secara bersambung setiap hari di rubrik Dahaga-B.Post. Forum sastra yang pernah diikutinya Festival Puisi Kalimantan (Banjarmasin, 1992), dan Cakrawala Sastra Indonesia di TIM Jakarta (2005). Tahun 1998-2000, ASA menjadi anggota bidang sastra di Dewan Kesenian Kotabaru. Tahun 1999, ASA menerima hadiah seni bidang sastra dari Bupati Kotabaru (MBA Bektam). Tahun 2000, ASA ikut mendirikan Forum Taman Hati Banjarbaru. Tahun 2001, ASA menjadi Ketua Bidang Sastra di Dewan Kesenian Banjarbaru. Tahun 2005 menerima hadiah seni bidang sastra dari Gubernur Kalsel (Drs. H. Rudy Ariffin MM). Biografi kesastrawannya ikut dimuat dalam Ensiklopedia Sastra Kalimantan Selatan (Balai Bahasa Banjarmasin, 2008).
ALI, Haji Gusti, seorang penulis karya sastra bercorak lama berbentuk syair. Pengarang Syair Ganda Kasuma dan Syair Brahma Syahdan
ALIANSYAH JUMBAWUYA, sastrawan, lahir di Desa Jumba, Amuntai, Kalsel, 3 Juni 1973. Nama aslinya Aliansyah. Sarjana S.1 Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin. Bekerja sebagai wartawan Tabloid Serambi Ummah Banjarmasin. Tinggal di Banjarbaru. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra  sejak tahun 1990-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Banjarmasin Post,SKH Dinamika Berita Banjarmasin, dan Tabloid Serambi Ummah Banjarmasin.
ALIANSYAH LUDJI, sastrawan, lahir di Alabio, Hulu Sungai Utara, Kalsel, 1927. Tahun 1942-1945, bekerja sebagai wartawan di SK Borneo Shimbun Banjarmasin. Tahun 1945-1949, bekerja sebagai wartawan di SK Terompet Rakyat Amuntai. Tahun 1945-1949, ikut ambil bagian dalam perjuangan politik bersenjata melawan pemerintah kolonial Belanda yang ingin berkuasa kembali di daerah Kalsel. Akibatnya, ia sering berurusan dengan aparat keamanan pemerintah kolonial Belanda. Bahkan, berulang kali masuk penjara. Ia pernah mendekam di penjara Amuntai, Buntok, Kandangan, Marabahan, dan Tanjung, Selepas penyerahan kedaulatan rakyat, ia memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah sebagai anggota veteran golongan B. Tahun 1950, bekerja sebagai wartawan SK Pengharapan Banjarmasin. Tahun 1954, bekerja sebagai wartawan di Majalah Getaran Masyarakat Banjarmasin. Tahun 1963-1965, menjadi Ketua PWI Kalsel di Banjarmasin. Tahun 1965-1971, menjadi anggota DPRD Kalsel di Banjarmasin (wakli dari kalangan wartawan). Mulai menulis puisi, cerpen, dan roman sejak tahun 1942-1945. Publikasi puisi dan cerpennya antara lain di Majalah Mimbar Indonesia, Majalah Gelanggang, Majalah Senang (semuanya terbit di Jakarta), SKH Banjarmasin Post, SKH Dinamika Berita Banjarmasin, dan di semua koran/majalah tempatnya bekerja sebagai wartawan. Roman karangannya yang sudah diterbitkan antara lain Memperebutkan Mawar di Candi Agung (Penerbit Getaran Masyarakat, Banjarmasin, 1954), Manusia Jalang (Bandung, 1957), dan Intan Berlumur Darah (Penerbit Firma Widya, Bandung, 1956). Tanggal 27 September 1988, AL meninggal dunia dan dimakamkan di Banjarmasin.
ALIANSYAH NOOR, H, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1982-1987. Fraksi Persatuan Pembangunan. Lahir di Banjarmasin, 17 Agustus 1938. Pendidikan SLTP.
ALIHAMDI BUDHIGAWIS, H. Bupati Hulu Sungai Tengah masa bakti 1959-1963. Bupati Banjar masa bakti 1965-1972. Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1982-1987
ALIMAN SYAHRANI, sastrawan, lahir di Kampung Datar Belimbing, kaki gunung Kantawan, Hulu Sungai Selatan, Kalsel, 30 Desember 1976. Lulusan Madrasyah Darul Ulum Kandangan. Bekerja sebagai instruktur komputer di Duta Setia Computer Kandangan. Mulai menulis puisi sejak tahun 1990-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Banjarmasin Post, SKH Radar Banjarmasin, Tabloid Banua Kita Banjarmasin, SKH Barito Post Banjarmasin, SKH Borneo Post Banjarmasin, SKH Dinamika Berita Banjarmasin, SKH Metro Banjar Banjarmasin, Tabloid Serambi Ummah Banjarmasin Tabloid Wanyi Banjarmasin, Tabloid Gerbang Kandangan, Album Cerpen Anggi Surabaya, dan Tabloid Jendela Serawak. Antologi puisi pribadinya antara lain Nyanyian Sepi, Silhuet Senja, Sajak Lampu, dan Stanza. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain La Ventre de Kandangan (Kandangan, 2004),  Seribu Sungai Paris Barantai (Kotabaru, 2006), dan Tarian Cahaya Bumi Sanggam (Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan 2008), dan Doa Pelangi di Tahun Emas (Marabahan, 2009). Novelnya yang sudah terbit adalah Palas (Banjarmasin, 2004). Forum sastra yang pernah diikutinya antara lain Dialog Borneo VII (Banjarmasin, 2003), dan Aruh Sastra Kalsel I (Kandangan, 2004). Analisis atas novel  AS berjudul Palas dilakukan oleh Nor Laila (2006) dalam skripsinya berjudul Nilai Budaya Dayak Meratus dalam Novel Palas Karya Aliman Syahrani (Banjarmasin : STKIP PGRI), Tahun 2003, AS menerima hadiah seni bidang sastra dari Gubernur Kalsel.
ALIN M. SOLICHIN, sastrawan, lahir di Marabahan, Kalsel, 3 Januari 1974. Sarjana S.1 FKIP Unlam Banjarmasin. Mulai menulis puisi sejak tahun 1990-an. Publikasi puisinya antara lain di SKH Banjarmasin Post dan SKH Dinamika Berita Banjarmasin. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Jendela Tanah Air (Banjarmasin, 1995).
ALIPIR BUDIMAN, sastrawan, lahir di Mangkahui, Muara Teweh, Kalteng, 12 Juni 1972. Sarjana S.1 Pendidikan MIPA FKIP Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin. Bekerja sebagai PNS, guru matematika di salah satu madrasah di Gambut. Mulai menulis puisi, cerpen, novel, dan esei sastra sejak tahun 1990-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Banjarmasin Post, dan SKH Dinamika Berita Banjarmasin, Novelnya berjudul Sebait Puisi Rio dimuat secara bersambung di SKH Dinamika Berita Banjarmasin (1 September 1991 s/d 5 Januari 1992).
ALIYAH MAHARANI, Hj, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1971-. Fraksi Persatuan Pembangunan. Lahir di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalsel, 1928. (Buku Kenang-kenangan DPRD Kalsel Hasil Pemilu 1971).
ALWI ABDUL LATIF, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1982-1987
Alwi. Bupati Tapin masa bakti 1978-1983.
Alwie Abdul Latief, H, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1982-1987. Fraksi Karya Pembangunan. Lahir di Gorontalo, 1 Juli 1932.
AM IDEHAMSYAH, sastrawan, lahir di Paringin, Balangan, Kalsel, 2 Mei 1930. Nama lengkapnya Anang Muhammad Idehamsyah (AMI). Lulusan Volk School Paringin, Holland Inlandische School Balikpapan, Schakel School Amuntai, Sekolah Rakyat Paringin, Kogiyojisamoko (Sekolah Teknik di zaman Jepang), dan Pendidikan Pegawai Staf Departemen Penerangan Atas (PPSDA) Banjarbaru. Pada zaman kolonial Jepang (1945-1945), AMI tinggal di Banjarmasin. Ketika itu ia menjadi anggota Seinendan, kemudian Bo Ei Tei Sentai. Suatu ketika AMI dan kawan-kawannya sesama anggota Bo Ei Tei Sentai dikerahkan oleh orang Jepang yang menjadi pelatihnya membuka lahan perkebunan ubi kayu di Maluka, Gunung Kupang,  Selanjutnya ke Mandiangin untuk membuat terowongan sebagai tempat pertahanan bawah tanah bagi bala tentara Dai Nippon yang sedang menghadapi ancaman Perang Asia Timur Raya melawan tentara Sekutu. Pada kesempatan itu AMI menunjukkan prestasi yang sangat dipujikan oleh para pelatihnya. AMI diberi piagam penghargaan yang ditulis dalam bahasa Jepang dengan huruf kanji. Selain itu, AMI juga diberi hadiah berupa 4 biji sabun cuci dan sepotong kain celana warna merah (keduanya merupakan barang langka ketika itu). Pada tgl 10 Oktober 1945, kain celana warna merah, yang belum sempat dipotong, dibuat bendera merah putih oleh kakaknya Anang Abdul Muin. Kain putihnya sendiri berasal dari kain pemberian H. Abdul Syukur. Akibatnya fatal, gara-gara bendera merah putih itu, kakaknya Anang Abdul Muin ditangkap oleh Polisi NICA Banjarmasin dengan tuduhan melanggar larangan mengibarkan bendera merah putih. Selanjutnya, pada masa revolusi fisik 1945-1949, AMI ikut menjadi anggota gerakan bawah tanah yang menentang kembalinya pemerintah kolonial Belanda (NICA) sebagai penguasa di daerah Kalsel. Tugas AMI ketika itu adalah mengumpulkan informasi intelijen menyangkut gerak-gerik pasukan NICA Belanda di kota Banjarmasin, untuk kemudian  dipasok kepada pimpinan perjuangan yang sedang mengatur siasat perang di luar kota Banjarmasin. Selain memasok informasi intelijen, AMI juga bertugas memasok segala keperluan bagi para pejuang. Tugas itu dijalaninya sebagai anggota gerakan bawah tanah yang terkenal militan ketika itu, yakni Tengkorak Putih. Selepas penyerahan kedaulatan rakyat, situasi keamanan di Kalsel mulai terkendali di bawah pemerintahan bangsa sendiri. Sejak 1 November 1950, AMI mulai bekerja sebagai PNS di Departemen Penerangan Hulu Sungai Utara di Amuntai. Sejak itu AMI tinggal di dua kota Amuntai dan Balangan (kedua kota ini letaknya saling berdekatan). Berkenaan dengan statusnya sebagai PNS inilah AMI mendapat kesempatan melanjutkan pendidikannya ke lembaga pendidikan yang dibuka khusus untuk mendidikan para pegawai di Departemen Penerangan, yakni PPSDA Banjarbaru (Pendidikan Pegawai Staf Departemen Penerangan Tingkat Atas). Pengabdiannya sebagai PNS terus berlanjut hingga AMI memasuki masa pensiun pada tanggal 1 April 1986. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 1950-an. Publikasi karya sastranya tersebar di sejumlah koran terbitan Banjarmasin, antara lain SKH Indonesia Berjuang, SKM Media Masyarakat (1971-1995), SKH Banjarmasin Post (1971-1995), dan SKH Dinamika Berita (1986-1995). Selain itu, AMI juga mempublikasikan karya sastranya di berbagai koran/majalah terbitan luar daerah, antara lain di Majalah Joyoboyo Surabaya, Majalah Pesat, Majalah Mimbar Indonesia, Majalah Suara Masjid, dan Majalah Garuda (semuanya terbit di Jakarta).
AMANSYAH NOOR, sastrawan, lahir di Negara, Hulu Sungai Selatan, Kalsel, 15 April 1944. Lulusan PBSI PGSLP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Bekerja sebagai PNS, Guru SMP Negeri Negara. Anggota DPRD Hulu Sungai Selatan (1971-1976), Guru SMPN V Kandangan (1985-1995), Penilik Binmud Kecamatan Angkinang (1985-1995), Kepala Kantor Depdikbud Kecamatan Angkinang (1995-1997), dan Anggota DPRD Hulu Sungai Selatan (1995-1997). Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Publikasi puisinya antara lain di RRI Banjarmasin, SKH Banjarmasin Post, dan Majalah Panji Masyarakat Jakarta. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain La Ventre de Kandangan (Kandanga, 2004).
AMINUDDIN B. FUAD, sastrawan, lahir di Pelaihari, Kalsel, 1953. Tinggal di Pelaihari. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Publikasi puisinya antara lain di RRI Banjarmasin dan SKH Banjarmasin Post. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisinya antara lain Bingkisan (Pelaihari, 1980).
AMINULLAH, Pangeran, Wajir Kerajaan Banjar pada masa pemerintahan Sultan Adam Alwasyikbillah (1860)
AMIR HASSAN ARYA, sastrawan, tinggal di Amuntai, Kalsel. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Puisinya ikut dimuat dalam Antologi Puisi Sepuluh Penyair Hulu Sungai Utara (Amuntai, 1973).
AMIR HASSAN BONDAN, budayawan, lahir di Marabahan, Barito Kuala, Kalsel, 10 Februari 1882. Setelah menamatkan pendidikannya di Sekolah Rakyat dan ELS Banjarmasin, AHB kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA Jakarta, dan ke OSVIA Bandung. Pada tahun 1912, AHB kembali ke Banjarmasin dan mendirikan organisasi politik Syarikat Islam bersama-sama dengan beberapa orang tokoh muda Islam lainnya. Pada tahun 1930, mendirikan Majalah Malam Jum’at Banjarmasin. Melalui majalah inilah AHB banyak mempublikasikan karya sastra hasil gubahannya, meliputi pusi dan cerpen. Selain itu AHB juga banyak menulis tentang masalah-masalah kebudayaan Banjar yang sebagian besar di antaranya dihimpun dalam buku berjudul Suluh Sejarah Kalimantan (1956). Hingga sekarang buku ini masih menjadi satu-satunya buku rujukan  yang paling refresentatif menyangkut kebudayaan Banjar. AHB meninggal dunia di Banjarmasin pada tanggal 24 Mei 1967 dan dimakamkan di alkah keluarga di Sungai Lulut, Banjarmasin.
AMIR HUSAINI ZAMZAM, sastrawan, lahir di Amuntai, Kalsel, 10 November 1938. Sarjana Muda Jurusan Akutansi Akademi Administrasi Niaga Negeri Banjarmasin Filial Amuntai (1969-1970). Tinggal di Amuntai. Bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemkab HSU. Menjelang pensiun AHZ tinggal di Banjarmasin karena dimutasi kerja ke Kantor BP7 Kalsel Banjarmasin. Tahun 1994, AHZ pensiun, dan kembali tinggal di Amuntai. Mulai menulis puisi dan esei sastra sejak tahun 1960-an. Publikasi karya sastranya antara lain di Majalah Merdeka Jakarta, Majalah Pembina Jakarta, Buletin Sastra Dermaga Palangka Raya, SKH Manikam Banjarmasin, SKH Upaya Banjarmasin, SKM Media Masyarakat Banjarmasin, SKH Dinamika Berita Banjarmasin, dan SKH Banjarmasin Post Banjarmasin. Antologi puisi pribadinya antara lain 2x2=5? (Amuntai, 2003), Do’a Terakhir Ayahku (Amuntai, 2004), dan Pintu Ka’bah (Amuntai, 2005). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Antologi Puisi Sepuluh Penyair Hulu Sungai Utara (1974), Seribu Sungai Paris Barantai (2006), Mahligai Junjung Buih (2007), dan Nyanyian Akar Rumput Pengakuan Ikhlas Pulang Ziarah (Marabahan, 2009). Tahun 2004, AHZ menerima Hadiah Seni Bidang Sastra dari Gubernur Kalsel (Drs. H. Rudi Arifin).
AMRIN SYAROFI ,Brigjen Drs, Kapolda Kalselteng (1990-1991)
AMRUL LIZA, sastrawan, lahir di Pelaihari, Kalsel, 1954. Tinggal di Pelaihari. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Publikasi puisinya antara lain di RRI Banjarmasin dan SKH Banjarmasin Post. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisinya antara lain Bingkisan (Pelaihari, 1980).
AMUK HANTARUKUNG, peristiwa perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda yang dilakukan oleh para pendukung Sultan Muhammad Seman, anak Pangeran Antasari,  Raja Banjar yang sedang berjuang mengusir pemerintah kolonial Belanda dari wilayah Kerajaan Banjar. Amuk Hantarukung terjadi pada tanggal 18 September 1899, dilakukan oleh warga kampung Hantarukung, Kandangan, di bawah pimpinan Bukhari dan Pangirak Yuya. Pada saat itu mereka berhasil membunuh Kontroleur Belanda Domes Adspirant Wehonleschen. Pemerintah kolonial Belanda kemudian melakukan operasi militer besar-besaran untuk membasmi gerakan perlawanan itu. Pada tanggal 19 September 1889 militer Belanda berhasil membunuh Pangirak Yuya, Bukhari, Landuk, dan Muhammad Amin. Tiga orang di antaranya, yakni Bukhari, Landuk, dan Muhammad Amin dimakamkan bersama dalam satu liang lahat di kampung Hantarukung, Kandangan. Kelak, makam ini dikenal sebagai Pakuburan Tumpang Talu Hanturukung (pemakaman tumpang tiga di Hantarukung). Selain itu, militer Belanda juga berhasil menangkap Sahintul, Fakih, Umim, Mayasin, H Sanudin, Alas, Tanang, Tasih, dan Atma. Semuanya kemudian dihukum gantung dan dimakamkan di Pakuburan Bawah Tandui (pemakaman bawah tandui), Hantarukung. Masih ada pelaku lain yang ditangkap militer Belanda beberapa hari kemudian, yakni Usir, Bain, Idis, Hala (semuanya tewas disiksa di dalam penjara dan kemudian dimakamkan di Pakuburan Talaga Gajah), Suding, Bulat, Mat Asin, Yasin, Usir, Unan, Suat, Lasar, Salimi, Santar, dan Atma (dikirim ke penjara Nusa Kambangan).
ANA MAULIDA HIDAYAH, sastrawan, tinggal di Simpang Nungki, Kecamatan Cirebon, Kabupaten Barito Kuala. Mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin. Mulai menulis puisi sejak tahun 2000-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisinya antara lain Ije Jela Bersastra di Tahun Emas (Antologi Puisi Penyair Barito Kuala) (Marabahan, 2009).
ANANG ADENANSI, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1971-1976. Fraksi Karya Pembangunan. Lahir di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalsel, 1938. (Buku Kenang-kenangan DPRD Kalsel Hasil Pemilu 1971). Anggota DPR masa bakti 19-19. Lahir di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, 13 Oktober 1938.
ANANG BACHRANSYAH BA, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1982-1987. Fraksi Karya Pembangunan. Lahir di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalsel, 12 September 1930.
ANANG HAIRIN NOOR, Ketua DPRD Kalsel masa bakti 2005-2009.
ANANG IMRAN. Wedana Tanah Laut masa bakti 1960-1964.
ANANG MOCHTAR SOFYAN, Drs. H. Bupati Banjar masa bakti 1982-1987
ANANG RAMLAN. Wedana Tanah Laut masa bakti 1948-1950, Bupati Hulu Sungai Utara masa bakti 156-1958, dan Bupati Hulu Tengah masa bakti 1968-1969
ANDI AMRULLAH, sastrawan, lahir di Pagatan, Tanah Bumbu, Kalsel, 12 Juni 1941. Sarjana S.1 Fakultas Hukum dan Pengabdian Masyarakat (FHPM) Universitas Brawijaya Malang (1969). Sejak tahun 1971 tinggal di Banjarmasin dan bekerja sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin. Tahun 1993 dikukuhkan sebagai Profesor. Selain itu, AA juga pernah aktif sebagai wakil rakyat di DPRD Kalsel. Tahun 1982-1984 menjadi Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan, dan tahun 1984-1987 menjadi Ketua Komisi D Bidang Pembangunan. Mulai menulis puisi sejak tahun 1960-an. Ketika itu AA masih kuliah di Malang. Tahun 1963, AA ikut menghadiri Konprensi Karyawan Pengarang Indonesia (KKPI) di Jakarta sebagai wakil sastrawan Jatim, Publikasi puisinya antara lain di SKH Banjarmasin Post (1971-1989), Majalah Bandarmasih Banjarmasin, dan SKH Dinamika Berita Banjarmasin (1986-1989). Antologi puisinya yang sudah terbit antara lain Demi Buah Tin dan Zaitun (1973), Titian Musim (1978), Lintasan Waktu (1974), Arafah (1984), Yul (1985), Dian (1986), Kisi Kisi Hidup (1994), dan langkah (2005). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Laut Pasang (1963), Jembatan I (1987), Jembatan II (1988), Dengarlah Bicara Kami (1984), Harkat Kemanusiaan (1990), Festival Puisi Kalimantan (992), Jendela Tanah Air (1995). Novel dan antologi cerpen karangannya sudah siap diterbitkan, judulnya Di Antara Dua Bukit Karang (Novel, 1992), dan Nafas Kehidupan (antologi cerpen, 1992). Tahun, AA menerima hadiah seni bidang sastra dari Gubernur Kalsel (Ir. HM Said). Tanggal 28 Maret 2002, AA meninggal dunia di RS Suaka Insan Banjarmasin (pukul 23.30 Wita), dan dimakamkan di Alkah Kerukunan Keluarga Amuntai, Jalan Raya Ahmad Yani Kilometer 22, Landasan Ulin, Banjarbaru.
ANDI JAMALUDDIN  A R A K, sastrawan, lahir di Pagatan, Tanah Bumbu, Kalsel, 14 Pebruari 1964. Mulai menulis puisi, sejak tahun 1980-an. Publikasi puisinya antara lain di RRI Banjarmasin, dan SKH Banjarmasin Post. Antologi puisinya antara lain Kehidupan, Domino, Losmen, Matahariku, Pidato Seekor Kakap, dan Bersujud. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya Wasi (Banjarmasin, 1999), Seribu Sungai Paris Barantai (Kotabaru, 2006), dan Tarian Cahaya Bumi Sanggam (Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan 2008).
ANDI LALA, pelatih sepak bola di klub Barito Putera Galatama (BPG) Banjarmasin, 1988-an. Lahir di Bone, Sulsel, 5 September 1959.
ANDI ZAINAL ABIDIN. Anggota DPR masa bakti 19-19. Lahir di Pagatan, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, 30 Oktober 1917.
ANGRAINI ANTEMAS, sastrtawan, lahir di Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel, 22 April 1922. Lulusan Inlandische School Amuntai (1930), Vervlog School Amuntai (1936), dan College Medan Antara (1950). Tahun 1942-1945 menjadi pegawai di Keimin Shidobo Amuntai. Tahun 1944-1945, aktif di organisasi Pemuda PRI Amuntai. Tahun 1945-1949, ikut membidani berdirinya Gerakan Perjuangan Indonesia Merdeka (GERPINDOM) Amuntai. Tahun 1945-1949, menjadi Sekretaris SRI (Serikat Kerakyatan Indonesia). Tahun 1945-1945, ikut berjuang sebagai anggota pembantu 3 merangkap sebagai Sekretaris BPKI Kompi Amuntai dengan pangkat Letnan Muda. Atasannya ketika itu adalah M. Yusi yang di kemudian hari menjadi Panglima Daerah Militer X Lambung Mangkurat. Sekali waktu di bulan Maret 1942, di zaman kolonial Jepang, AA sempat dicari-cari oleh oknum bala tentara Dai Nippon yang marah besar kepadanya. Ketika itu, lukisan poster Kaisar Tenno Heika yang dibuatnya dibawa oleh seseorang yang ikut berpawai mengelilingi kota Amuntai. Pawai dimaksud diadakan dalam rangka menyambut kedatangan bala tentara Dai Nippon. Entah mengapa, di tengah perjalanan poster  itu ada yang menusuknya dengan senjata tajam hingga rusak sedemikian rupa. Bala tentara Dai Nippon yang melihat poster Kaisar Tenno Heika dalam keadaan rusak seperti itu menjadi marah besar. Ironisnya, mereka tidak mengusut orang yang merusaknya, tetapi justru mengusut orang yang melukisnya. Tidak ada pilihan bagi AA, kecuali pergi meninggalkan kota Amuntai sebelum oknum bala tentara Dai Nippon datang ke rumahnya. Senin, 9 Agustus 1948, mobil truk yang ditumpanginya dalam perjalanan dari Amuntai  ke Tanjung, dicegat di tengah jalan oleh Pasukan Militer Belanda, semua penumpang disuruh turun untuk diperiksa kelengkapan identitas dirinya. Ketika itulah identitas AA sebagai wartawan Republiken terungkap melalui kartu pers yang dimilikinya. Pasukan militer Belanda itu menjadi semakin marah karena di antara barang bawaannya ketika itu adalah 15 buah foto Bung Karno dan Bung Hatta, beberapa eksemplar Majalah Republik, SK Kalimantan Berjuang Banjarmasin, dan Majalah IPPHOS Report Jakarta Nomor 1 Tahun 1 1948. AA kemudian dituduh sebagai ekstremis yang menyamar menjadi wartawan. Semua barang bawaannya dirobek-robek, dan AA sendiri dipukuli sampai pingsan oleh Pasukan Militer Belanda. Bahkan, dalam keadaan antara sadar dan tidak AA merasakan tubuhnya diseret ke arah sebatang pohon para yang pada salah satu dahannya sudah terpasang tali gantungan yang siap menjerat lehernya. Tapi, umur AA masih panjang, ia tidak jadi digantung, dan selamatlah ia hingga sekarang ini (Aam Niu, Kita Perkenalkan Anggeraini Antemas, Majalah Dwi Kala Arena Medan, Nomor 2/Tahun IV/Pebruari 1958). Selepas Proklamasi RI 17 Agustus 1945, AA melanjutkan kariernya sebagai PNS. Jabatan yang pernah dipegangnya antara lain sebagai (1) Kepala Bagian Pers dan Publisitet di Jawatan Penerangan Kabupaten Hulu Sungai Utara (1957-1964). Tahun 1964-1967, dan (2) Kepala Kantor Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara (1964-1967), (3) Kepala Kantor Pembinaan Permuseuman Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin (1972-1975), dan (4) Kepala Sub Direktorat Sejarah, Permuseuman, dan Kepurbakalaan di Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinisi Kalimantan Selatan di Banjarmasin (1975-1979). Tahun 1970-1971, AA sempat mengemban tugas sebagai anggota DPRD Kalsel mewakili Fraksi Partai Nasional Indonesia (PNI). Tahun 1979, AA pensiun sebagai PNS, dan kembali menetap di kota Amuntai.. Mulai menulis puisi, cerpen, esei sastra, roman/novel, dan naskah drama sejak tahun 1942-1945. AA cuma nama pena sebagai sastrawan saja, nama aslinya Yusni Antemas. Publikasi karya sastranya antara lain di SK Borneo Shimboen Banjarmasin (1942-1945), SK Terompet Rakyat Amuntai (1947), SK Menara Indonesia Amuntai (1947-1948), SK Kalimantan Berjuang Banjarmasin (1949-1952), Anggraini Features Banjarmasin (1960-1968), Majalah Megaria Banjarmasin (1975-1979), SKH Utama Banjarmasin (1967-1968), SKM Media Masyarakat Banjarmasin (1980-2000), dan SKH Banjarmasin Post (sejak 1971). Selain itu, karya sastra hasil karya AA juga dimuat di berbagai koran/majalah terbitan luar daerah, antara lain Majalah Waktu Medan (1947), Majalah Indonesia Bandung, Majalah Nasional Yogyakarta, Majalah Suara Rakyat, Majalah Cermin, Majalah Sketsmasa (semuanya terbit di Surabaya, Majalah Varia Nyata, dan Majalah Senang (keduanya terbit di Jakarta). Puisinya ikut dimuat dalam antologi puisi bersama Sepuluh Penyair Hulu Sungai Utara (Amuntai, 1973), dan Mahligai Junjung Buih (Amuntai, 2007). Tahun 1975, AA menerima Hadiah Seni sebagai Seniman Pembina dari Gubernur Kalsel. Buku cerita rakyat karangan AA yang sudah terbit antara lain Punai Ajaib, Beringin Kuning (1976), dan Asal Mula Nama Sungai Amandit, dan Kehancuran di Baruh Kelayar (1976). Roman/novel AA yang sudah diterbitkan antara lain Pujung Menambat Barito (1980), Melamar Putri Purnama (1980), Si Bunglon Jadi Detektif (1980), Menghindar Dari Telaga Kematian (1980), Tunas Tunas Mekar Pagi (1981), dan Mendulang Intan (1981). Buku AA yang lain Mutiara Nusantara (Seri Kalimantan Selatan (1986).
ANHAR ROZI, sastrawan, tinggal di Kotabaru, Kalsel. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an.
ANI AGUSTINA AR, sastrawan, lahir di Kotabaru, Kalsel, 16 Agustus 1987. Alumni Sekolah Menengah Farmasi Banjarmasin. Tinggal di Kotabaru. Mulai menulis puisi sejak tahun 2000-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Seribu Sungai Paris Berantai (2006), dan Tarian Cahaya Bumi Sanggam (Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan 2008).
ANNA FAJARONA, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 15 Juli 1987. Mahasiswi PGSD FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (2006). Tinggal di Banjarmasin. Mulai menulis puisi sejak tahun 2000-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Radar Banjarmasin sejak tahun 2000-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Kau Tidak Pernah Tahu Rahasia Sedih Tak Bersebab (2006).
ANNISA DESTYANINGRUM S, sastrawan, lahir di Jakarta, 28 Maret 1989. Siswa SMU Negeri I Banjarmasin. Tinggal di Banjarmasin. Mulai menulis puisi sejak tahun 2000-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Kau Tidak Pernah Tahu Rahasia Sedih Tak Bersebab (2006).
ANNISA NURUL HUDA, sastrawan, lahir di Barabai, Kalsel, 12 Agustus 1989. Tinggal di Barabai. Mulai menulis puisi sejak tahun 2000-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Kau Tidak Pernah Tahu Rahasia Sedih Tak Bersebab (2006).
ANTEMAS, H. Tokoh perfileman nasional. Lahir di Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, 20 Oktober 1923.
APRILIA NORHAYATI, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 10 April 1989. Tinggal di Banjarmasin. Mulai menulis cerpen sejak tahun 2000-an. Antologi cerpen bersama yang ikut memuat cerpennya antara lain Bantu Saya Menikmati Cinta (2006).
ARDANSYAH FAMA, Drs. H. Bupati Hulu Sungai Utara masa bakti 1987-1992 dan 1992-1997.
ARDIANSYAH ANNOR, sastrawan, lahir di Marabahan, Kalsel, 3 Oktober 1960. Lulusan PGA Negeri Marabahan. Bekerja sebagai karyawan di Kantor Pos dan Giro Marabahan. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an. Publikasi puisinya antara lain di Buletin Haluan Marabahan. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya Gardu (Marabahan, 1979), dan Menatap Cermin (Marabahan, 1988).
ARDIANSYAH M, sastrawan, lahir di Haruai, Tabalong, Kalsel, 1940. Tinggal di Banjarmasin. Bekerja sebagai seorang wiraniaga di Pasar Belauran Banjarmasin. Mulai menulis puisi sejak tahun 1960-an. Publikasi puisinya antara lain di Majalah Mimbar Indonesia Jakarta (1960), Majalah Kuliah Jakarta, SKH Pembina Jakarta, SKM Mercua Suar Banjarmasin, SKH Utama Banjarmasin, SKH Banjarmasin Post (1971-1989), dan SKH Dinamika Berita Banjarmasin (1986-1989). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Perkenalan di dalam Sajak (1963), Dahaga-B.Post 1981 (1982), dan Dengarlah Bicara Kami (1984)
ARDIANSYAH. Atlet olahraga catur bergelar Grandmaster. Lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 5 Desember 1951.
ARDJAN TANANG, H, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1971-. Fraksi ABRI. Lahir di Margasari, Tapin, Kalsel, 1922 (Buku Kenang-kenangan DPRD Kalsel Hasil Pemilu 1971).
ARIA PATRAJAYA, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 8 Mei 1962. Sarjana S.1 PBSI FKIP Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin. Bekerja sebagai PNS, Guru di SMP Negeri I Kertak Hanyar. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 1990-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Banjarmasin Post, dan Tabloid Wanyi Banjarmasin. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisinya antara lain Festival Puisi Kalimantan (Tajuddin Noor Ganie, Banjarmasin, 1992), dan Di Merah Fajar Esok Pagi (Kertak Hanyar, 2008).
ARIEF ALRIFANY, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 23 Juli 1986. Bekerja sebagai PNS. Tinggal di Kelurahan Handil Bakti, Barito Kuala. Mulai menulis puisi sejak tahun 2000-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisinya antara lain Nyanyian Akar Rumput Pengakuan Ikhlas Pulang Ziarah (Marabahan, 2009).
ARIEF PUJIONO, sastrawan, lahir di Pelaihari, Kalsel, 1965. Lulusan SNAKMA Pelaihari. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisinya antara lain Langkah Dibagi, Langkah Terus ke Depan (Banjarbaru, 1985).
ARIEF RACHMAN, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 1965. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya Tamu Malam (Banjarmasin, 1992).
ARIFFIN HAMDI, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 3 Oktober 1952. Bekerja sebagai ilustrator di SKH Banjarmasin Post. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Publikasi puisinya antara lain di SKH Banjarmasin Post dan Majalah Bandarmasih Banjarmasin. AH belajar melukis kepada Amri Yahya dan Fajar Siddik di Yogyakarta.
ARIFFIN NOOR HASBY, sastrawan, lahir di Marabahan, Kalsel, 20 Pebruari 1964. Pernah mempergunakan nama pena Ria F. Anestesia (RFA). Sarjana S.1 FISIP Unlam Banjarmasin (1988). Bekerja sebagai PNS, mula-mula di Kantor Wilayah Departemen Penerangan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Sejak 2002, setelah otonomi daerah, ANH  pindah bekerja ke Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 1980-an. Publikasi puisinya di SKH Banjarmasin Post, SKH Dinamika Berita Banjarmasin, SKH Radar Banjarmasin, Tabloid Wanyi Banjarmasin, SKH Yogya Post Yogyakarta, SKH Berita Nasional Yogyakarta, SKH Pikiran Rakyat Bandung, Tabloid Cempaka Semarang, Majalah Dharma Wanita Jakarta, SKH Angkatan Bersenjata Jakarta, SKH Pelita Jakarta, SKM Swadesi Jakarta, Majalah Mitra Jakarta, Majalah Hai Jakarta, Majalah Estafet Jakarta, Majalah Ceria Jakarta, Majalah Sabili Jakarta, Majalah Annida Jakarta, Majalah Anita Cemerlang Jakarta, Majalah Bahana Bandar Seri Begawan, dan Radio Jerman. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-pusinya antara lain Tenunan Hari Esok (Banjarmasin, 1983), Langkah Dibagi, Langkah Terus ke Depan (Banajarbaru, 1985), Bias Al Qur’an dalam Puisi (Banjarmasin, 1986), Elite Penyair Kalsel 1979-1985 (Tajuddin Noor Ganie, Banjarmasin, 1986), Pariwisata Indonesia dalam Puisi (Jakarta, 1991), Tamu Malam (Banjarmasin, 1992), Festival Puisi Kalimantan (Tajuddin Noor Ganie, Banjarmasin, 1992), Bunga Api (Banjarmasin, 1994), Cerita Dari Hutan Bakau (Jakarta, 1994), Jendela Tanah Air (Banjarmasin, 1995), Rumah Hutan Pinus (Banjarbaru, 1996), Gerbang Pemukiman (Banjarbaru, 1997), Antologi Puisi Indonesia (Jakarta, 1997), Wasi (Banjarmasin, 1999), Jakarta dalam Puisi Indonesia Mutakhir (Jakarta, 2002), Perkawinan Batu (Jakarta, 2005), Ragam Jejak Sunyi Tsunami (Medan, 2005), dan Seribu Sungai Paris Barantai (Kotabaru, 2006). Forum sastra yang pernah diikutinya Festival Puisi Kalimantan (Banjarmasin, 1992), dan Cakrawala Sastra Indonesia di TIM Jakarta (2005). Biografi kesastrawannya ikut dimuat dalam Buku Pintar Sastra Indonesia (Pamusuk Eneste, 2001), Sketsa Sastrawan Kalimantan Selatan (Jarkasi dan Tajuddin Noor Ganie, Balai Bahasa Banjarmasin, 2001), Ensiklopedi Sastra Indonesia (Hasanuddin WS dkk, 2007), dan Ensiklopedia Sastra Kalimantan Selatan (Balai Bahasa Banjarmasin, 2008).
ARIS KARTADIPURA, H, Ketua DPRD Kalsel masa bakti 1971-1977. Fraksi ABRI. Lahir di Bogor, Jabar, 1922 (Buku Kenang-kenangan DPRD Kalsel Hasil Pemilu 1971).
ARLIAN DESMON, sastrawan, lahir di Amuntai, Kalsel, 10 November 1960. Bekerja sebagai guru di salah satu Sekolah Dasar di kota Amuntai. Mulai menulis puisi dan cerpen sejak tahun 1980-an. Puisinya ikut dimuat dalam antologi puisi bersama Mahligai Junjung Buih (Amuntai, 2007).
AROVACH BACHTIAR, Atlet Catur bergelar Grand Master. Lahir di Banjarmasin, 25 Maret 1934.
ARPANI, lahir di Banjarmasin, sastrawan, Kalsel, 1963. Lulusan P3DK FKIP Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin. Bekerja sebagai guru di sebuah SMTA di kota Banjarmasin. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an. Publikasi puisinya di RRI Banjarmasin, dan SKH Banjarmasin Post. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Langkah Dibagi, Langkah Terus ke Depan (Banjarbaru, 1985).
ARSYAD INDRADI, sastrawan, lahir di Barabai, Kalsel, 31 Desember 1949. Pernah kuliah di Fakultas Hukum Unlam Banjarmasin. Sarjana S.1 STKIP PGRI Banjarmasin. Bekerja sebagai PNS, guru SMPN. Kini bertugas sebagai penilik kebudayaan di Kabupaten Banjar. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Antologi puisinya yang sudah diterbitkan antara lain Nyanyian Seribu Burung (Kelompok Studi Sastra Banjarbaru, 2006), Kalalatu (Kelompok Studi Sastra Banjarbaru, 2006), Romansya Setangkai Bunga (Kelompok Studi Sastra Banjarbaru, 2006), dan Narasi Musafir Gila (Kelompok Studi Sastra Banjarbaru, 2006), Anggur Duka (2006), dan Burinik (2006). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Jejak Berlari (Sanggar Budaya, 1970), Panorama (Majalah Bandarmasih Banjarmasin, 1974), Jendela Tanah Air (1995), Rumah Hutan Pinus (Kilang Sastra Batu Karaha Banjarbaru, 1996, Gerbang Pemukiman (Kilang Sastra Batu Karaha Banjarbaru, 1997), Bentang Bianglala (Kilang Sastra Batu Karaha Banjarbaru, 1998), Cakrawala (Kilang Sastra Batu Karaha Banjarbaru, 2000), Bahana (Kilang Sastra Batu Karaha Banjarbaru, 2001), Tiga Kutub Senja (Kilang Sastra Batu Karaha, Banjarbaru, 2001), Bumi Ditelan Kutu (Kilang Sastra Batu Karaha, 2004), Baturai Sanja (Kilang Sastra Batu Karaha Banjarbaru, 2004), Anak Zaman (Kelompok Studi Sastra Banjarbaru, 2004), Dimensi (Kelompok Studi Sastra Banjarbaru, 2005), Bumi Menggerutu (Banjarbaru, 2005), Seribu Sungai Paris Barantai (Kotabaru, 2006), Antologi Puisi Nusantara : 142 Penyair Menuju Bulan (Kalalatu Press Banjarbaru, Cetakan I 2006 dan Cetakan II 2007), dan Doa Pelangi di Tahun Emas (Marabahan, 2009).
ARSYAD MANAN, sastrawan, lahir di desa Seberang Masjid, Banjarmasin, Kalsel, 1918. Pendidikan Madrasah Darussalam Martapura dan Pondok Modern Gontor Ponorogo, Jatim. Bekerja sebagai wartawan, antara lain sebagai Pemimpin Umum Majalah Pelita Banjarmasin (1938), SKH Borneo Shimbun Banjarmasin (1943), SKH Warta Berita Medan, dan SKH Kalimantan Berjuang Banjarmasin (1949-1951).  Pada tahun 1953-1956 menjadi Ketua PWI Kalsel. Mulai menulis karya sastra, terutama sekali puisi dan cerpen, sejak tahun 1930-an. Publikasi karya sastranya antara lain di Majalah Terang Bulan Surabaya, Majalah Pelita Masyarakat Banjarmasin (1938), SKH Borneo Shimbun Banjarmasin (1943), SKH Warta Berita Medan, dan SKH Kalimantan Berjuang Banjarmasin (1949-1951). AM meninggal dunia dan dimakamkan di Banjarmasin pada tanggal 11 Juni 1978 (Antemas, 1986:72-73).
ARSYAD, A. Bupati Kotabaru masa bakti 1951-1955.
ARSYAD, pemain sepak bola klub Barito Putera Galatama (BPG) Banjarmasin, 1988. Lahir di Ambon, Maluku, 15 Juni 1969.
ARTONI JURNA, Drs, qari asal daerah Kalsel. Sejak tahun 1992, memulai debutnya sebagai pembaca Al Qur’an di ajang MTQN dan STQN. Tahun 1992 itu pula, ia meraih prestasi sebagai pembaca Al Qur’an terbaik 1 dalam ajang STQN di Kendari, Sulteng. Dilahirkan di Desa Sungai Batung, Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalsel, 17 September 1961.
ARTUM ARTHA, sastrawan, lahir di desa Parincahan, Kandangan, Kalsel, 20 Agustus 1920. Nama aslinya M. Husrien. Menempuh pendidikan dasarnya di Perguruan Parindra Taman Medan Antara Kandangan (1939). AA pernah menjadi guru bantu di Perguruan Parindra Taman Medan Antara Kandangan, tapi kemudian lebih menekuni pekerjaannya sebagai wartawan. AA pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Jantung Indonesia Kandangan (1948), SKH Kalimantan Berjuang Banjarmasin (1948-1951), SKH Tugas Balikpapan (1950-1951), SKH Indonesia Merdeka Banjarmasin (1952-1954), dan SKH Utusan Kalimantan Banjarmasin (1957-1960). Pada tahun 1961-1963, AA menjadi Ketua PWI Kalsel. Mulai menulis puisi, cerpen, esei sastra, dan roman/novel sejak tahun 1930-an. Masa kerja kesastrawanannya tidak kurang dari 69  tahun (1930-1999). AA banyak sekali mempergunakan nama pena, antara lain Bujang Jauh, Emhart, HR Bandahara, M. Ch. Artum, M. Chayrin Artha, dan Murya Artha. Publikasi karya sastranya antara lain di Majalah Keinsyafan Gorontalo (yang rubrik sastranya diasuh oleh HB Jassin), Majalah Terang Bulan Surabaya, Majalah Mimbar Indonesia Jakarta, Majalah Panca Warna Jakarta, Majalah Mutiara Jakarta, Majalah Gelanggang Jakarta (rubrik Siasat), Majalah Pelopor Jakarta, Majalah Zenith  Jakarta, Majalah Waktu Medan, Majalah Lukisan Pujangga Medan Majalah Pahatan Banjarmasin, Majalah Bandarmasih Banjarmasin, SKH Banjarmasin Post Banjarmasin (1971-2000), SKH Dinamika Berita Banjarmasin (1995-2000), dan Tabloid Wanyi  Banjarmasin. Roman/novel yang sudah diterbitkan antara lain adalah : Kumala Gadis Zaman Kartini (Penerbit Gemilang Kandangan, 1949), Tahanan Yang Hilang (Penerbit Pustaka Dirgahayu Balikpapan, 1950), Kepada Kekasihku Rokhayanah (Penerbit Mayang Mekar Banjarmasin, 1951), Putera Mahkota Yang Terbuang (Pusat Bahasa Jakarta, 1978), dan Kartamina (Pusat Bahasa Jakarta, 1978). Antologi puisi AA yang sudah diterbitkan adalah Unggunan Puisi Banjar (Pusat Bahasa Jakarta, 1978), sementara buku kumpulan cerpennya yang sudah diterbitkan adalah Dunia Semakin Panas (Penerbit Pustaka Artha Mahardaheka, Banjarmasin, 1997). Buku-buku AA yang lain adalah Masalah Kebudayaan Banjarmasin (Banjarmasin, 1974),  Album Pembangunan Kalimantan (Banjarmasin, 1975), Wartawan Wartawan Kalimantan Raya (Banjarmasin, 1981), dan Hassan Basry Bapak Gerilya Kalimantan Pejuang Kemerdekaan (Banjarmasin, 1999). Pada masa revolusi fisik 1945-1949, AA ikut aktif berjuang sebagai anggota organisasi kelasykaran yang ada di kota Kandangan, seperti (1945), dan GERMERI (Gerakan Rakyat Mempertahankan Republik Indonesia (1946). GEPERINDO adalah organisasi kelasykaran yang ketika itu aktif bergiat memproduksi, mereproduksi, dan menyebarluaskan pamplet-pamplet politik yang berisi provokasi anti pemerintah kolonial Belanda. Ketika Hassan Basry membentuk ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, AA ikut bergabung dan bertugas sebagai staf di bagian penerangan. Selepas revolusi fisik, AA kemudian lebih menekuni kariernya sebagai sastrawan, wartawan, dan anggota legislatif. AA pernah menjadi Ketua DPRD II Banjarmasin (Fraksi Nahdlatul Ulama) (1953-1961), Ketua PWI Kalsel (1961-1963), Kepala Seksi Sejarah dan Kebudayaan di Kantor Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan (1964-1965), Ketua Seksi D DPRD II Banjarmasin (Fraksi ABRI dari unsur DHD Angkatan 45) (1967-1972), dan Pimpinan Museum Banjarmasin (1965-1972) (koleksi Museum Banjarmasin inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal koleksi Museum Kalsel di Banjarbaru sekarang ini). AA meninggal dunia di Banjarmasin pada tanggal 28 Oktober 2002 dan dimakamkan di desa kelahirannya Parincahan, Kandangan.
ASAL KAJADIAN NUR MUHAMMAD, judul buku tasawuf yang dikarang oleh seorang ulama dari Kerajaan Banjar pada abad ke 17. Asal Kajadian Nur Muhammad berisi pemaparan tentang Nur Muhammad yang ditulis dengan pendekatan neoplatonisme Ibnu Arabi
ASDHY SURYADI. Bupati Barito Kuala masa bakti 1963-1970.
ASDIN VAMATON, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 1975. Mulai menulis puisi sejak tahun 1990-an. Publikasi puisinya antara lain di SKH Banjarmasin Post dan SKH Dinamika Berita Banjarmasin. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Tamu Malam (Banjarmasin, 1992).
ASFUL ANWAR, Drs.  Bupati Hulu Sungai Utara masa bakti 1969-1970. Walikota Banjarmasin masa bakti (1973-1974. Anggota DPR masa bakti 19-19. Lahir Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, 26 Mei 1928.
ASIA THAYSONI, sastrawan, lahir di Marabahan, Kalsel, 1950. Lulusan Taman Siswa Banjarmasin. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Bingkisan (Pelaihari, 1980).
ASIAH SAMAD, sastrawan, tinggal di Kotabaru, Kalsel. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an.
ASIAMAN Z, sastrawan, lahir di Ilung, Batang Alai Utara, Hulu Sungai Tengah, Kalsel, 1978. Mulai menulis puisi sejak tahun 1990-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Festival Puisi Kalimantan (Tajuddin Noor Ganie, Banjarmasin, 1992).
ASLI ZUHRY, H, Lettu, Ketua Fraksi ABRI DPRD Kalsel masa bakti 1971-. Lahir di Margasari, Tapin, Kalsel, 27 Mei 1923. Meninggal dunia di Banjarmasin, Kalsel, 11 Januari 1975 (Buku Kenang-kenangan DPRD Kalsel Hasil Pemilu 1971). Tahun 1946, dalam statusnya sebagai Prajurit Divisi IV ALRI Mojokerto ditugaskan oleh atasannya melakukan ekspedisi militer ke daerah Kalsel dengan tujuan untuk membentuk pasukan perlawanan yang tangguh. AZ ketika itu berhasil bertemu dengan Hassan Basry seorang pimpinan organisasi kelasykaran rakyat yang berjuang di daerah pedalaman. Bermula dari pertemuan itulah maka pada tanggal 18 November 1946 bertempat di Tabat, Haruyan, Hulu Sungai Tengah, Kalsel, terbentuk Batalyon Rahasia ALRI Divisi IV A Pertahanan Kalimantan yang legendaris itu. Lahir di Margasari, Tapin, Kalimantan Selatan, 27 Mei 1923.
ASMA AMRAN SH, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1971-. Fraksi Karya Pembangunan. Lahir di Bukit Tinggi, Sumbar, 1942 (Buku Kenang-kenangan DPRD Kalsel Hasil Pemilu 1971).
ASMAIL GAFURI, sastrawan, lahir di kota Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalsel, 1918. Sering mempergunakan nama pena Asmara Gahara (AG). Pada zaman kolonial Belanda 1930-1942, bekerja sebagai PNS di Kantor Kontroleur Muara Teweh. Mulai menulis puisi dan cerpen sejak tahun 1930-an. Publikasi puisi dan cerpennya antara lain di Majalah Palang Merah Medan (1939) (Artha, 1992 : Wawancara, 1992).
ASMURI AMAN, sastrawan, lahir di Amuntai, Kalsel, 1947. Tinggal di Amuntai. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Antologi Puisi Sepuluh Penyair Hulu Sungai Utara (Amuntai, 1974).
ASNA SEPRIAWATI, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 5 September 1973.  Semua jenjang pendidikan dini, dasar, menengah dan atas ditempuhnya di kota Barabai. Sarjana S.1 Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin (1997). Bekerja sebagai PNS, yakni guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Pandawan. Mulai menulis puisi sejak tahun 1990-an Publikasi puiisinya antara lain di Radio Dirgahayu Barabai, SKH Banjarmasin Post, dan SKH Dinamika Berita Banjarmasin. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Tarian Cahaya di Bumi Sanggam (Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan, 2008).
ASNAWI RAIS, sastrawan, lahir di kota kecil Birayang, Hulu Sungai Tengah, Kalsel, 1919.  Pendidikan Sekolah Rakyat Birayang. Bekerja sebagai wartawan SKH Kalimantan Berjuang Banjarmasin (1946). Mulai menulis karya sastra, terutama sekali puisi dan cerpen, sejak tahun 1930-an. Publikasi karya sastranya antara lain di Majalah Terang Bulan Surabaya dan SKH Kalimantan Berjuang Banjarmasin (Artha, 1992 : Wawancara, 20 Desember 1992).
ASNAWI. Tokoh pendidikan. Lahir di Kandangan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, 21 Juli 1920.
ASPIAN NOOR, sastrawan, lahir di Kandangan, Kalsel, 1 September 1960. Lulusan SMA Negeri Kandangan. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an. Publikasi puisinya di SKH Banjarmasin Post. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Palangsaran (Kandangan, 1992), dan La Ventre de Kandangan (Kandangan, 2004).
ASPIHAN N. HIDIN, sastrawan, lahir di Marabahan, Kalsel, 10 Maret 1980. Nama aslinya Aspihannor. Lulusan Pondok Pesantren Al Mujahiddin Marabahan. Bekerja sebagai Guru di Pondok Pesantren Al Mujahiddin Marabahan, dan di SMP Negeri III Marabahan. Mulai menulis puisi sejak tahun 2000-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Cinta Rakyat (Marabahan, 2007), Tarian Cahaya Bumi Sanggam (Paringin, 2008), Nyanyian Akar Rumput Pengakuan Ikhlas Setelah Ziarah (Marabahan, 2009), Ije Jela Bersastra di Tahun Emas (Antologi Puisi Penyair Barito Kuala) (Marabahan, 2009), dan Doa Pelangi di Tahun Emas (Marabahan, 2009).
ASTUTI DARDI, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 1966. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980-an. Publikasi puisinya di SKH Banjarmasin Post.
ASYIKIN NOOR ZUHRY, sastrawan, lahir di Margasari, Tapin, Kalsel, 2 November 1925. Nama asli Asli Zuhri. Tahun 1945, menjadi wartawan Majalah Gerak Banjarmasin. Tahun 1945-1946, ikut bergabung sebagai anggota Serikat Kerakyatan Indonesia (SKI) Kalsel, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Kalsel. Tahun 1946, pindah ke Jakarta dan menjadi Perwira Penghubung (liasion officer) Gubernur Kalimantan Ir. Pangeran Mohammad Noor di Jakarta. Tahun 1969-1979, menjadi Sekretrais Pribadi mantan Gubernur Kalimantan Ir. Pangeran Mohammad Noor di Jakarta. Pensiunan anggota TNI Angkatan Darat (pangkat terakhir Kolonel). Selanjutnya tinggal di Banjarmasin. Tahun 1980, menjadi Sekretaris Umum DHD Angkatan 45, dan Ketua Bidang Organisasi KADIN Kalsel. Mulai menulis cerpen, esei sastra, dan puisi sejak tahun 1942-1945. Selain mempergunakan nama Asyikin Noor Zuhry, juga sering mempergunakan nama pena Asynoor Z, dan Ilsa Irhoz. Publikasi karya sastranya antara lain di Majalah Terang Bulan Surabaya (1939), SK Borneo Shimbun Banjarmasin (1942-1945), Majalah Gerak Banjarmasin (1945), Majalah Mimbar Indonesia Jakarta, dan SKH Banjarmasin Post (1971-1981). Tanggal 19 September 1979, ikut mendirikan HIMSI (Himpunan Sastrawan Indonesia) Kalsel. Jabatannya ketika itu sebagai Wakil Ketua (Ketua Hijaz Yamani). Tanggal 30 Agustus 1981, ANZ meninggal dunia dan dimakamkan di Banjarmasin. Tanggal 17 Agustus 1994 menerima Hadiah Seni Bidang Sastra secara anumerta dari Gubenur Kalsel.
ATHAILAH MURSYID, Doktor, dosen Faperta Unlam Banjarbaru. Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana IPB Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (16 Maret 1991). Judul disertasi Pertanaman Berpola Lorong Antara Gamal dan Kaliandra dengan Kedelai di Tanah Podsolik Bekas Padang Alang-alang.
AUDI ANABELA VERUCI, sastrawan, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 17 Juni 1989. Tinggal di Banjarmasin. Mulai menulis cerpen sejak tahun 2000-an. Antologi cerpen bersama yang ikut memuat cerpennya antara lain Bantu Saya Menikmati Cinta (2006).
AUNUL HADI, Drs. H.  Bupati Hulu Sungai Utara masa bakti 2008-2012 
AUR BUNAK. Nama gunung di Kabupaten Tanah Laut. Tinggi 1.150 meter.
AWU, Nama kapal penumpang milik PT Pelni yang melayani arus penumpang dari Kabupaten Kotabaru dan sekitarnya yang akan bepergian ke Makassar dan Surabaya pulang pergi. Sandar pertama kali di Pelabuhan Samudera Batulicin, Tanah Bumbu, 17 Februari 1992. Nakhoda KM Awu ketika sandar pertama adalah seorang wanita, yakni Entin Kartini..
AZIAR HARI BUDJANI, Anggota DPRD Kalsel masa bakti 1971-. Fraksi Karya Pembangunan (FKP). Lahir di Padang, Sumbar, 15 November 1932. (Buku Kenang-kenangan DPRD Kalsel Hasil Pemilu 1971).
AZN ARIFFIN, sastrawan, lahir di Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, 5 Agustus 1936. Sejak tahun 1955, tinggal di Surabaya. Mulai menulis puisi sejak tahun 1950-an. Publikasi puisinya antara lain di Majalah Mimbar Indonesia Jakarta, Majalah Budaya Jakarta (1957), Majalah Brawijaya Surabaya (1957), dan SKH Surya Surabaya (1966-1968). Puisinya berjudul Panas dimuat di Majalah Budaya Jakarta (Edisi 6/Juni/1957). Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Perkenalan di dalam Sajak (Banjarmasin, 1963). Suripan Sadi Hutomo (1995:103), memasukan nama AZNA sebagai salah seorang sastrawan Surabaya dalam bukunya berjudul Wajah Sastra Indonesia di Surabaya.
ENTIK KARTINI. Nakhoda KM Awu yang pertama. Sandar pertama kali di Pelabuhan Samudera Batulicin, Tanah Bumbu, 17 Februari 1992. Kapal penumpang milik PT Pelni yang melayani arus penumpang dari Kabupaten Kotabaru dan sekitarnya yang akan bepergian ke Makassar dan Surabaya pulang pergi.
MUHAMMAD, ASAL KAJADIAN NUR, judul buku tasawuf yang dikarang oleh seorang ulama dari Kerajaan Banjar pada abad ke 17. Asal Kajadian Nur Muhammad berisi pemaparan tentang Nur Muhammad yang ditulis dengan pendekatan neoplatonisme Ibnu Srabi
NUR MUHAMMAD, ASAL KAJADIAN. judul buku tasawuf yang dikarang oleh seorang ulama dari Kerajaan Banjar pada abad ke 17. Asal Kajadian Nur Muhammad berisi pemaparan tentang Nur Muhammad yang ditulis dengan pendekatan neoplatonisme Ibnu Arabi.
ZAWAWI, H.A, Kepala Depot Logistik (Dolog) Kalsel. Tanggal 15 September 1994, HAZ digantikan oleh Drs H Darmodjo. HAZ pindah tugas ke Sumbar untuk menjadi Kepala Dolog di sana.